Sudut Ruangan
Beberapa sudut-sudut ruangan yang ada di tempat kami,
ada lemari buku kecil, yang menemani minat baca anda dengan majalah-majalah yang bermanfaat mengisi pengetahuan, ada meja bundar kecil yang menyajikan aneka masakan khas lauk-pauk Nasi Jamblang
di sudut yang lain, ada lemari yang menghadirkan eksotisme batik-batik Trusmi yang kami datangkan langsung dari pusat kerajinannya di daerah Trusmi, sekitar Plered Cirebon.
Waktu Malam Tiba
Dengan adanya warung sederhana ini diharapkan persaudaraan semakin erat dan silaturahmi antara warga Cirebon di Batam akan terjalin dengan baik. Barangkali kontribusi kami bagi perkembangan ekonomi kota Batam masih kecil, tetapi kami berusaha untuk berperan serta sekecil apapun. Bukankah segala sesuatu memang selalu dimulai dari yang kecil? Mimpi kami memang adalah mimpi yang besar bagi warga kota Batam ini.
Nasi Jamblang
Kami akan menghadirkan aroma khas Cirebonan lebih dekat, menu berikutnya yang akan kami sajikan buat anda adalah : Nasi Jamblang.
Sega Jamblang (Nasi Jamblang dalam Bahasa Indonesia) adalah makanan khas masyarakat kota Cirebon, Jawa Barat. Nama Jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat kota Cirebon tempat asal pedagang makanan tersebut. Ciri khas makanan ini adalah penggunaan daun Jati sebagai bungkus nasi. Penyajian makanannya pun bersifat prasmanan. Menu yang tersedia antara lain sambal goreng (yang agak manis), tahu sayur, paru-paru (pusu), semur hati atau daging, perkedel, sate kentang, telur dadar/telur goreng, telur masak sambal goreng, semur ikan, ikan asin, tahu dan tempeserta tidak ketinggalan ‘blakutak’, sejenis cumi-cumi yang dimasak bersama tintanya.
Sega Jamblang adalah makanan khas Cirebon yang pada awalnya diperuntukan bagi para pekerja paksa pada zaman Belanda yang sedang membangun jalan raya Daendels dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon, tepatnya di Desa Kasugengan. Sega Jamblang saat itu dibungkus dengan daun jati, mengingat bila dibungkus dengan daun pisang kurang tahan lama sedangkan jika dengan daun jati bisa tahan lama dan tetap terasa pulen. Hal ini karena daun jati memiliki pori-pori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan dalam waktu yang lama.
Sentra makanan Sega jamblang di Kota Cirebon saat ini terletak di wilayah Gunung Sari, sekitar Grage Mall. Warung ini tidak pernah tutup alias buka 24 jam. Walaupun menunya sangat beraneka ragam, namun harga makanan ini relatif sangat murah. Karena pada awalnya makanan tersebut diperuntukan bagi untuk para pekerja buruh kasar di Pelabuhan dan kuli angkut di jalan Pekalipan.
Penjual Tahu Gejrot
Namanya memang aneh. Tahu Gejrot. Jajanan khas dari daerah Cirebon. Tahu goreng yang dibubuhi dengan kuah gula merah yang pedas. Kuahnya yang meresap ke dalam tahu membuat jajanan ini menjadi digemari, rasa kuahnya mirip dengan kuah empek-empek (makanan khas Palembang). Hanya saja, mulai jarang terlihat pedagang yang menjual Tahu Gejrot. Ingin coba mencicipinya?
Nuansa pemandangan seperti di atas, akan banyak anda nikmati bila singgah dan menyusuri kota Cirebon…
eksotisme citra rasa khas Cirebon itulah yang kami bawa di Batam, untuk berbagi nuansa dan aroma kuliner tradisional nusantara…
Singgahlah di Ruko Mega Legenda Blok A2 No.4o, Batam Centre – Batam, untuk mengenang dan menikmati eksotisme aroma Cirebonan tersebut…
Dongdangan
Dongdangan adalah istilah bahasa Cirebon untuk mengartikan ‘ gerobak tempat jualan’. Inilah beberapa penjual empal gentong bila anda menyusuri kota Cirebon :
anda akan menikmati nuansa pemandangan seperti ini di sudut-sudut kota Cirebon
inilah eksotisme citra rasa Cirebon ’seutuhnya’ yang kami bawa dan hadirkan di Batam.
singgahlah di Ruko Mega Legenda Blok A2 No.40, Batam Centre. Kami menyuguhkan eksotisme rasa khas kampung halaman itu…
Kereta Singa Barong
Keraton Kasepuhan adalah keraton yang paling terawat di antara keraton-keraton di Cirebon. Keraton awal adalah keraton Pakungwati yang berdiri di belakang keraton Kasepuhan, dibangun oleh Prabu Cakrabuana (tahun 1445). Keraton tersebut kemudian diperluas pada tahun 1529. Mesjid Agung yang berdiri di Timur keraton dibangun pada tahun 1549.
Yang menarik dari Keraton ini adalah kereta yang dikeramatkan yaitu Kereta Singa Barong. Sejak tahun 1942 kereta ini hanya dikeluarkan pada tanggal 1 Syawal untuk dimandikan. Kembarannya berada di Keraton Kanoman bernama Kereta Paksi Naga Liman. Kereta ini sangat menarik karena memperlihatkan hasil karya teknologi yang tinggi. Sistim suspensi hidrolik yang dibangun dengan kayu dan baja itu memungkinkan kenyamanan pemakaian si pengguna. Belum lagi desain roda yang menghindarkan pengendara dari lumpur yang terlontar dari roda. Bahwa enam abad yang lalu sudah ada teknologi yang begitu maju, rasanya sangat menakjubkan. Apalagi menurut pengantar wisata, teknologi ini diakui secara internasional sebagai teknologi yang maju di zamannya. Rupanya keraton bukan hanya tempat belajar kebudayaan dan sejarah, tetapi bisa juga menjadi tempat belajar sejarah kemajuan iptek di masa lalu. (28 Maret 2009)
![empalgentong1[1]](http://empalcerbon.files.wordpress.com/2010/01/empalgentong111.jpg?w=440&h=664)








![tahu gejrot cirebon[1]](http://empalcerbon.files.wordpress.com/2009/12/tahu-gejrot-cirebon1.jpg?w=225&h=300)

![Tahu_Gejrot[1]](http://empalcerbon.files.wordpress.com/2009/12/tahu_gejrot1.jpg?w=300&h=225)


![empal-gentong[3]](http://empalcerbon.files.wordpress.com/2009/12/empal-gentong1.jpg?w=199&h=300)






